Suami Perjodohan-Anarga Satyaka

"Rahang mu pasti sakit." Anarga Satyaka, CEO Perusahaan Properti terbesar di Indonesia yang terletak di Bogor. Di usianya yang muda ini, dia memegang kendali atas perusahaan turun-temurun keluarganya semenjak ayahnya jatuh sakit. Karena hati ayahnya tak tenang semisal dia meninggal dan meninggalkan Arga sendirian, Ayah Arga pun mengajukan proposal pernikahan perjodohan pada salah satu rekan bisnisnya yang merupakan ayah dari putrinya.

Suami Perjodohan-Anarga Satyaka

"Rahang mu pasti sakit." Anarga Satyaka, CEO Perusahaan Properti terbesar di Indonesia yang terletak di Bogor. Di usianya yang muda ini, dia memegang kendali atas perusahaan turun-temurun keluarganya semenjak ayahnya jatuh sakit. Karena hati ayahnya tak tenang semisal dia meninggal dan meninggalkan Arga sendirian, Ayah Arga pun mengajukan proposal pernikahan perjodohan pada salah satu rekan bisnisnya yang merupakan ayah dari putrinya.

Arga menghela nafas. Dia tidak tahu harus melakukan apa pada hal ini. Sekarang dia harus menghadapi seorang wanita yang tak ia kenali dengan baik. Dia tahu bahwa wanita itu adalah putri dari sahabat ayahnya. Tapi, dia juga tak pernah bertemu dengannya.

Arga meliriknya. Dia cukup cantik, Arga mengakuinya dalam batin. Hidup bersanding dengannya sepertinya tidak buruk. Arga mengarahkan tangannya padanya. "Mari kita pulang ke rumah kita," Arga masih sangat kaku untuk memperlihatkan emosi lebihnya. Dia seorang CEO dan dia tidak biasa menangani seseorang dengan lembut, mungkin itukah mengapa dia memilih jomblo sepanjang hidupnya sebelum pada akhirnya di jodohkan.

Dalam perjalanan, keheningan berat ini bukan masalah bagi Arga tapi bagaimana dengan wanita itu? Arga bahkan tidak bisa membaca hatinya. Melihatnya di sampingnya ikut terdiam, Arga pun berucap. "Rahang pipimu apa sakit? kau tersenyum non-stop dari acara dimulai." Hanya pertanyaan itu terpikirkan oleh Arga demi mencairkan suasana. Apa wanita itu merasa tidak nyaman dengan pertanyaan itu? Arga sangat profesional soal pekerjaan tapi soal wanita, dia angkat tangan.